book for me is
Melihat begitu banyak orang-orang yang ada di sana, membuatku begitu bersemangat untuk terus menuntut ilmu, untuk terus datang di tempat itu, sampai-sampai penjaga perpus bosan melihatku. Ku rasa itulah tempat ternyaman pertama di kampus. Sejuk, adem, tenang, indah, dan nyaman. Mungkin itu definisi yang cocok untuk perpus.
Dari rak satu ke rak yang lain. Ku telusuri semua jejak orang-orang, semua buku yang ada di sana. Sampai akhirnya my hand bumped into something, then I start read. Aku duduk rapi dengan posisi tangan membuka tiap lembaran buku itu. Alunan musik piano yang diputar begitu menenangkan. Seakan-akan kalianlah pemeran utama dalam buku itu. Seakan-akan kalian benar-benar memahami apa yang sedang kalian baca.
Walaupun sulit rasanya membaca sambil memakai masker, tapi kesulitan itu jangan sampai membuatku tidak merasakan serunya dari membaca buku, betapa beruntungnya aku saat ini. Bisa menuntut ilmu sesuka hati, terkecuali orang-orang di luar sana banyak yang tidak punya kesempatan membaca buku, menggali ilmu pengetahuan, bahkan untuk menuntut ilmu saja sangat sulit. Entah kenapa, aku heran kenapa banyak banget anak muda jaman sekarang yang enggan membaca buku. Yaaa mungkin ada yang sudah membeli buku, tapi tidak ada jaminan kan kalau dia akan meluangkan waktunya setiap hari untuk membacanya? Padahal kita sama-sama tahu kalau "Buku Adalah Jendela Dunia" dan "Buku Adalah Jembatan Ilmu".
Membiasakan...
Kata yang begitu biasa di telinga kita namun sangat sulit untuk diterapkan dalam keseharian kita. Memang benar kalau membaca buku itu yaa bawaannya pasti ngantuk, capek, bosan, dan berbagai keluhan lainnya dari tiap orang. Hal yang baik atau bagus untuk kita pasti tidak mudah untuk melakukannya, sebaliknya hal yang tidak baik pasti sangat mudah untuk dilakukan. Aku pernah baca di suatu buku dan dalam buku itu tertulis 'Alah bisa karena terbiasa'. Yang berarti kalau kita berusaha untuk ngebiasain suatu hal, percaya deh pasti hal itu akan nempel terus di ingatan kita, karena kita sudah jadikan itu sebuah kebiasaan. Sama halnya dengan membaca. Mau membaca apa, koran, majalah, berita di internet, buku, komik, atau apapun itu yang bisa kita jadikan bacaan, asal yang bermanfaat.
Dulu, aku orangnya tidak suka membaca buku. Bisa dibilang malas. Satu lembar saja seperti nyanyian tidur atau dongeng. Hanya rasa kantuk yang datang padaku, selebihnya tidak ingin meneruskan bacaan lagi. Tetapi ketika guruku memberikan tugas, maju dan membacakan hobi apa yang kami miliki. Aku ingat sekali saat itu aku masih kelas 6 sd. Temanku berdiri dan membacakan apa yang ditulisnya. Aku tidak terlalu mengingat jelas apa yang dikatakannya, tapi seingatku dia bilang, dia sangat menyukai buku, dia suka membaca buku bahkan setiap hari. Di kamarnya terdapat banyak buku yang disimpan rapi di rak-raknya. Seketika apa yang diuacapkannya dengan penuh semangat itu aku langsung terkesima, wow, dia sangat keren. Aku sangat mengaguminya. Dan sempat di pikiranku terlintas bahwa aku juga ingin mempunyai buku yang banyak di kamar kecilku.
Bukan hanya itu saja yang membuatku bisa menyukai buku sampai saat ini, telah banyak hal yang ku lalui dan membuatku sadar ternyata membaca buku itu sangat sangat menyenangkan. And I suggest that you have to really try it!
Pengalaman pertama ketika aku ingin membiasakan diri untuk membaca buku memang terbilang sulit. Pertama aku mulai dengan membaca sebuah novel. Karena aku pikir mengawalinya harus dengan bacaan yang ringan dulu. Hari demi hari aku menjaga konsistensi dalam membaca mungkin dua puluh menit perhari. Besoknya menjadi dua puluh lima menit, sampai seterusnya. Dan buku itu dapat kuselesaikan dalam waktu tujuh hari. Hasil dari latihanku, sekarang aku bisa membaca buku satu jam lamanya, bahkan untuk buku pelajaran atau non fiksi!! And I think it was wonderful, that is one of my achievment.
Jadikan suatu hal itu menyenangkan, kau harus menyukainya terlebih dahulu baru bisa menguasainya dan menjadikan itu sebuah kebiasaan yang baik. Dengan begitu kita akan dapat ilmunya dan bisa dibagikan ke orang banyak.
Kalau buku menurut kamu apa?
Comments