dengerin aja dulu



Kalian pernah ga baca buku trus dapat bagian-bagian atau kata-kata yang kalian anggap itu wow banget. Aku yakin kalau kalian sudah pernah merasakannya pasti kata-kata dari buku itu akan kalian baca kembali bahkan sampai beberapa kali sampai kalian bosan. Atau mungkin mengutipnya dan dipindahkan di memo, hanya karena kalian sadar  apa maksud dari tulisan itu. 

Hari ini aku membaca buku karya Richard Carlson yang bukunya sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Aku sudah membacanya sampai setengah bagian. Banyak hal-hal yang aku pelajari dan ingin ku terapkan dalam hidupku. Di buku ini sangat banyak diajarkan tentang hal kecil yang sering terjadi dalam hidup kita namun tanpa kita sadari kita malah mengabaikannya.


"Menyimak pembicaraan seseorang adalah hadiah yang paling langka dan paling berharga yang dapat Anda Berikan"


Sambil ku teruskan bacaan ini, sambil Aku mengingat-ngingat pernahkan Aku bersikap demikian? Banyak orang yang terburu-buru untuk menyanggah lawan bicaranya sedang lawan bicaranya masih sementara mengutarakan pendapatnya. Kita terkadang bisa dibilang belum bisa menjadi pendengar yang baik bagi orang lain. Kita selalu menunggu kapan giliran kita untuk bicara. Kita tidak mendengar dengan sungguh-sungguh kepada apa yang disampaikan oleh lawan bicara kita. Atau mungkin ada orang yang jika diajak bercerita ia sama sekali tidak melihat kita, tetapi melihat ke arah lain, handphone, buku, ataupun hanya menunduk dan lebih parahnya lagi dia memang sengaja melakukannya. Kalian pasti tidak ingin bukan? 

Setiap orang pasti ingin mempunyai seseorang yang bisa dia jadikan sebagai pendengarnya yang tulus.  Kita juga pasti ingin diperlakukan sama seperti apa yang sudah kita lakukan. Seperti orang bilang Hargailah Jika Ingin dihargai. Makanya kalau kita ingin didengerin cerita kita sampai selesai, yaaa kita juga harus bisa mendengar orang lain. Karena pasti mereka akan merasa sangat dihargai. 

Oh iyaa sampai di sini Aku baru ingat. Aku dulu sering melakukannya. Mendesak orang untuk cepat-cepat menyelesaikan kalimatnya dengan begitu tiba giliranku untuk bicara.  Aku merasa bosan menunggu orang untuk menyelesaikan kalimatnya. Tapi terima kasih. Sudah banyak yang ku lalui dari awal sampai sekarang untuk dapat memahami semua itu. Ternyata Aku harus lebih banyak-banyak memperbaiki diri, lebih banyak mendengar pendapat orang lain, dan menjadikannya itu sebuah pengalaman yang berharga. 

Menjadi pendengar memang sulit untuk kita praktekan, tapi percayalah itu akan membawakan benefit yang baik untuk diri kita sendiri dan orang lain.

Jadilah orang yang pertama menghargai daripada menunggu untuk dihargai.


Wed, 08:47 pm

(March 16, 22)



Comments