they have something to us
Gimana menurut kamu kalau ada orang yang berhianat terus dia minta maaf dan minta temenan lagi sama kamu? Kamu masih mau terima gak?
Ini adalah pertanyaan yang agak serius yang ku dapat pagi ini. Pertanyaan yang tiba-tiba dia ucapkan dan langsung dia tanyakan bagaimana pendapatku. Aku tentu saja membayangkan bagaimana kalau aku ada di posisi itu. Dikhianati, disakiti, terus dia minta kelapangan hati kita buat maafin dia dan pengen temenan ulang ke kita.
Dan dulu aku pernah mendapatkan orang seperti itu. Dulu aku juga pernah berada di fase itu. Walaupun mungkin tidak seberat masalah orang-orang di luar sana, tapi masalah itu sangat berat untuk anak berusia 14 tahun.
Dan pertanyaan itu, aku menjawabnya seperti ini ...
Tetap menerimanya, aku akan coba untuk memaafkannya. Karena memaafkan kesalahan orang lain adalah hal yang paling berat, butuh kelapangan hati yang luas untuk bisa bisa benar-benar ikhlas menerima semua yang telah terjadi. Kalau minta temenan ulang si, sampai sekarang alhamdulillah masih kontak-kontakan. Meskipun aku sudah tahu dia pernah seperti itu 'dulu' kepadaku, tapi apa salahnya membuka kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan itu. Mungkin juga aku akan memperlakukannya berbeda dari yang sebelumnya, karena aku tahu aku tidak ingin lagi jatuh ke lubang yang sama. Dan terkadang, aku harus menjauhinya. Yaaa untuk menyehatkan pikiranku. Karena dari buku yang ku baca, kadang dalam hidup ini pasti ada saja orang yang menjengkelkan yang akan kita temui, dan cara untuk tidak menemui orang seperti itu, HINDARI SAJA!
Intinya, kita harus tahu dan percaya setiap orang yang datang di hidup kita pasti akan menjadi sebuah pengalaman yang baik dan pembelajaran dari mereka untuk kita agar lebih kuat, dewasa, dan tentu saja bijaksana. Jadi mau gak mau orang yang biasanya dibilang 'toxic' pasti akan selalu ada. Kuncinya try to be positive with this, liat dari sudut pandang yang berbeda, pasti ada aja makna di setiap kejadian yang kita alami.
Comments