What you wanna be in the future?
Ini
adalah pertanyaan yang membuatku tegang pagi tadi. Pertanyaan yang
kadang-kadang bisa aku jawab tapi juga tidak. Aku bisa menjawabnya karena sudah
mencari tahu tentang itu dan mencoba untuk menyusun kata-kata, kalimat-kalimat
sehingga aku bisa menjawab jika ada orang yang bertanya tentang itu. Tapi pagi
ini aku langsung terdiam. Tidak tau ingin mengatakan apa jika aku yang akan
ditunjuk. Aku terus memikirkan apa jawaban yang bagus. Padahal seharusnya tidak
perlu dipikirkan karena jawaban masing-masing setiap orang pasti berbeda-beda,
jadi semua pasti menjawabnya dari hati masing-masing. Tidak peduli kalau impian
itu akan ditertawakan atau disanjung. Tapi aku benar-benar kaku. Kenapa. Karena
aku mempunyai banyak hal yang ingin aku capai. Jadi kalau mungkin ditanya soal
impian, berjam-jam pun tidak akan habis.
Teman-teman
yang lain sudah berhasil menjawabnya dan mereka diberi tepuk tangan yang
meriah. Menjadi dosen, melanjutkan pendidikan, kerja di perkantoran, ingin
meneruskan usaha orang tua, membuka usaha, dan berbagai jawaban lainnya. Aku
rasa mereka hebat. Mereka sudah bisa menentukan pekerjaan, dan apa yang ingin
mereka lakukan di masa depan setelah lulus. Mereka sangat keren, karena dengan
begitu mereka tau apa yang seharusnya mereka lakukan sekarang karena tujuan
sudah ada ditangan mereka. Tapi apa kabar dengan diriku?
Apa
kabar dengan aku yang punya banyak impian dan cita-cita tapi masih belum fokus
sama salah satunya, atau paling tidak tiga saja sudah cukup. Tapi untung saja
aku tidak ditunjuk pagi ini. Aku masih punya kesempatan untuk bisa
mempersiapkan jawaban, meskipun sekarang sedang menyusunnya. Impian-impian itu
aku tulis dalam sebuah buku, dan alhasil ada lebih dari sepuluh list dari
impian-impian itu. Bahkan mungkin akan aku tambahkan lagi. Heh entahlah. Apakah
mempunyai impian yang banyak salah? Tentu saja tidak kan. Selama kita tahu apa
yang harus kita persiapkan dan lakukan mulai dari sekarang, pasti kita bisa
mencapainya satu demi satu. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Adalah
berlatih dan belajar. Dua hal itu menurutku yang sangat penting dalam mencapai
impian. Berlatih setiap hari adalah kuncinya. Di mana soft skill dan hard skill
harus dilatih sampai benar-benar berhasil. Dan belajar tidak pernah lepas dari
kehidupan kita selama masih menjadi manusia di muka bumi ini. Belajar bukan
hanya duduk di bangku sekolah, mendengarkan guru atau dosen, membaca buku
pelajaran yang tebal. Tapi belajar adalah aktifitas yang lebih dari semua itu.
Belajar bisa kapan saja, di mana saja, sama siapa saja, dan bisa apa saja.
Termasuk belajar bersama orang-orang yang sukses, yang sudah di atas kita.
Mungkinkah
kalau aku ditanya ingin seperti apa masa depan yang aku inginkan, aku akan
menjelaskan aku ingin jadi apa saja yang aku mau dari list itu. Orang-orang
bilang kamu harus merencanakan apa saja yang ingin kamu capai satu atau tiga
tahun dari sekarang. Ini benar juga. Kita harus tau target apa yang ingin kita
capai, supaya setiap hari, bulan, tahun, diri kita bisa diupgrade, supaya dalam
diri kita ada yang namanya peningkatan. Keren kan kalau misalnya lima tahun ke
depan kita sudah mencapi impian-impian kita, dan kita flashback ke diri kita
yang dulu dan melihat seberapa jauh peningkatan itu. Coba bayangin deh, mulai
dari sekarang. Kamu dulu yang nggak bisa tampil di depan umum, sekarang malah
dicari-cari buat jadi pemateri, misalnya. Atau nggak dari yang kecil-kecil aja.
Kamu dulu yang nggak suka bangun pagi, dan sekarang nggak bisa kalau nggak
bangun pagi, itu mendefinisikan dirimu yang produktif. Sebenarnya banyak hal
yang tidak kita sadari, sudah kita lalui dan mejadikan diri kita yang sekarang.
Aku
hanya ingin menyampaikan kalau mempunyai target yang jelas itu penting. Ketika
kita melihat target itu kita akan akan semangat lagi untuk terus belajar,
berlatih, dan memperkaya diri. Ayo kita sama-sama merancang mulai dari sekarang
impian kita, tujuan kita, hajat kita, dan harapan-harapan kita ke depannya. Dan
di saat kita lelah, letih, dan jenuh, kita baca ulang lagi impian-impian itu.
Dan bangkit lagi, berjuang lagi.
Terima
kasih sudah meluangkan waktu untuk aku hari ini, semoga kita tidak pernah
berhenti untuk berproses.
Peace
Comments