Hal Yang Aku Pelajari Di Tahun 2022

Beberapa tahun belakangan aku kebanyakan nonton youtube dan channelnya lebih ke self-improvement, self-help, dan semacamnya. Ada satu youtuber yang selalu aku ikutin dan bahkan sampai sekarang.  Nah dari video-video itu aku kepikiran mau buat juga dan inilah hasilnya hehehe, sebuah refleksi di mana aku mendapatkan hal-hal yang ingin dijadikan pelajaran supaya bisa lebih baik lagi ke depannya. Dan ini kali pertama juga buat yang beginian, tapi menurutku ini bagus juga karena kita bisa lihat apa-apa aja yang udah kita lewatin dan itu membawakan dampak ke diri kita. Sebenarnya banyak juga yang udah buat beginian, tapi aku mau buat versi diriku yang memang benar aku rasakan. So tahun 2022, aku belajar banyak hal, dari kegagalan, ketakutan, dan mindset yang kadang salah dalam memandan suatu, pokoknya banyak, dari situ aku merangkumnya jadi lima poin. Semoga ini bisa bermanfaat dan bisa menjadi tolak ukur untuk diriku ke depannya:)
  1. Manajemen waktu itu penting sekali

    kalian mungkin pernah dengar bahwa manajemen waktu itu lebih penting daripada manajemen uang. bisa dibilang tahun kemarin aku mengikuti banyak kegiatan yang belum pernah aku lakukan sebelumnya, dan aku juga baru pertama kali mengikuti kegiatan-kegiatan sampai aku merasa ‘inikah yang namanya sibuk’ hahaha padahal itu belum seberapa dari orang-orang di luar sana. karena ini pertama kali jadi aku rasa ini hal yang berat. Nah dari situ, dari ikut banyak kegiatan itu aku banyak banget cari cara untuk mengatur waktu agar semuanya bisa aku ikuti dan menyelesaikan tugas-tugas kuliah juga. Bukannya bilang ini berarti aku sudah pro banget dalam hal time management, aku masih belajar juga. Karena kadang biar aku udah atur waktunya, masih ada yang aku lewatin juga, ya karena mungkin overwhelming, selain itu masih banyak waktu luang aku, aku pakai untuk sekadar main medsos aja, banyak yang terbuang. Padahal kalau aku geser untuk belajar hal baru, ikut kegiatan, baca buku, dan tidur hahaha. Di tahun 2022 kemarin hal ini yang paling aku tingkatkan lagi di tahun ini. Bagaimaana tidak, kalau kita tahu cara membagi waktu kita, percaya deh pekerjaan kita bakal teratur dan bisa selesai di waktu dan jamnya, dan manfaatnya juga kita bisa mendapatkan waktu bersenang-senang tanpa khawatir pekerjaan yang masih tertumpuk. Memang benar si, waktu itu emas, waktu itu uang. Kita bakal kehilangan kesempatan kalau kita nggak maksimalin dengan baik.

  2. People always come and go

    Beberapa waktu yang lalu, aku banyak baca di tiktok tentang mental health matters. Dan banyak juga dapat pembahasan ini, kita nggak boleh menaruh harapan kepada manusia atau orang yang datang di hidup kita. Kata people always come and go sudah banyak juga dibahas di podcast, youtube atau buku yang bergenre selfimprovement. Dan itu belum aku benae-benar rasakan, dan di tahun 2022 akhirnya aku bisa menyadarkan diriku dengan kalimat ini. Even apa pun itu, siapa pun itu, mereka bakal pergi. Hidup itu singkat banget, ada yang datang pasti akan pergi, yang ketemu bakal pisah, yang hidup juga akan mati. That’s life goes on. Banyak juga orang aku temui dan yang datang di hidupku dan tiba-tiba pergi begitu saja. Aku belajar begitulah hidup yang sebenarnya, tegantung bagaimana kita bisa menerima dan mengambil pelajaran yang mereka berikan ke kita. Karena every person must be a lesson.

  3. Berbuat baik 

    Aku juga nggak tahu kenapa kegiatan dan aktifitasku bisa dibilang lancar meskipun ada hambatan juga. Aku bisa ikuti ini, bisa selesaiin ini, bisa pergi ke sini, dan banyak hal yang terjadi. Aku ingat salah satu ayat di alquran yang bilang kalau kita suka dan mau membantu orang untuk menyelesaikan masalahnya, maka Allah juga bakal bantu kita untuk selesaikan masalah kita. So, from that moment ternyata ‘wahhh’ masha allah banget kuasanya Allah. Kadang kita nggak sadar, hal sekecil saja yang kita lakukan bisa membuat orang lain tersenyum, balasannya apa, kita dipermudahkan menyelesaikan tugas kita. Berbuat baik sama orang itu sederhana banget, selalu ngedukung teman kita entah hal-hal kecil yang dia lakukan, dan masih banyak. Aku juga belajar bahwa berbuat baik sama orang lain nggak harus dapat balasan kok, beneran nggak harus kok. Biarlah perbuatan itu menyenangkan hati kita saja, cukup itu saja. Apalagi kalau kita berharap dibalas kebaikannya sama orang yang sama yang kita bantu, hmm gimana yah. Bukannya nanti malah sakit, berharap sama orang lain. Berbuat baik sama orang itu, balasannya nggak harus orang itu juga dan nggak harus sekarang atau pun besok. Allah bakal balas kok, mungkin juga kita nggak sadar kalau ‘sehat’ itu salah satu balasan yang kita dapat. Aku banyak dosanya, kadang itu tuh, berharap untuk dibalas kebaikannya, padahal udah berbuat baik aja kenapa si. So dari pengalaman aku, aku belajar lagi dan lagiii untuk jangan bosan berbuat baik, karena perbuatan kita akan datang ke diri kita sendiri.

  4. Keluar dari zona nyaman 

    Keluar dari zona nyaman, hal yang sulit banget untuk aku yang gampang nyaman dengan sesuatu. Kasur, free wifi, film, jalan-jalan, dan malas nggak ngapa-ngapain. meskipun kadang orang tuaku selalu ngingatin aku untuk selalu bangun pagi, belajar hal-hal baru dan no malas-malas, aku masih yang kayak ‘malas banget pokoknya’, tapi sekarang nggak kok hahaha, sekarang udah semangat 45 nih anak muda banget hahaha nggak kok becanda. Intinya nggak kaya dulu lagi lah, sekarang udah sadar betapa zona nyaman itu membuat kita terjebak dan nggak akan ada perubahan disitu, ya karena kita nyaman-nyaman aja kan. Untuk meraih impian kita dan tujuan kita, kita harus bisa keluar dari zona nyaman kita. Meninggalkan zona nyaman berarti harus bertemu dengan zona tidak nyaman, jadi orang hebat itu, jadi orang sukses itu memang prosesnya nggak enak, nggak nyaman, capek. Tapi buah dari itu, ada banyak pelajaran, proses, dan skil-skil yang kita latih. Ikut banyak kegiatan juga termasuk keluar dari zona nyamanku. Bisa kan aku lebih baik pilih rebahan aja abis selesai kelas, hari minggu tidur seharian, kalau bangun pagi nanti udah jam 10, uang dipake untuk nongki-nongki. Ya memang kita butuh itu sesekali, mesti istirahat juga dan healing kan orang sekarang nyebutnya. Tapi jangan banyak kali juga, kita memang butuh istirahat tapi ada waktunya kok. Banyak waktu aku yang dipake untuk leha-leha, padahal aku masih muda, banyak yang harus dilakuin termasuk mempersiapkan masa depan, hmmmm. Aku pernah dengar youtuber, dia bilang “The thing that you scary the most are the thing that will grow you up” Sesuatu yang membuatmu takut, bisa jadi itu yang akan membuatmu tumbuh” Keluar dar zona nyamanku adalah, berbicara di depan umum, presentasi kelas, baca buku nonfiksi, diamanhkan tugas-tugas, hapalin vocab bahasa inggris, harus latihan hiragana katakana setiap hari, dan banyak banget. Tapi aku akhirnya bisa buktiin ke diri aku sendiri ternyata moving out from my comfort zone itu hasilnya hal yang nggak pernah aku bayangin sama sekali. Aku inget banget, waktu itu aku lagi pengen-pengennya jadi penulis. Aku buat jadwal untuk menulis di diari, di notes hp, sampai pada akhrinya aku buat blog sendiri. Proses untuk sampai ke situ lumayan berat. Kenapa lumayan karena sebelumnya aku juga sudah terbiasa memaksakan diriku hahaha. Setiap hari harus nulis, padahal kosa kata aja belum banyak, tapi tetap dipaksain. Kalau nggak dipaksa nggak bakalan biasa kan. Dan begitulah yang terjadi, akhirnya bisa juga nulis sampai sekarang, meskipun dulu sempat mikir buat stop aja deh. Baca buku juga termasuk keluar dari zona nyamanku loh, apalagi harus non fiksi hmm. Tapi lagi-lagi aku paksain dan sekarang baru bisa dapat hasilnya. Dari membaca buku aku bisa ngelatih public speakingku, sekarang juga kok masih belajar. Intinya tahun kemarin semua kegiatan yang aku lakukan itu membawaku jauh dari zona nyamanku. Dan aku belajar dari situ kalau aku nggak keluar dari zona itu, aku nggak tahu aku bakal kayak gimana sekarang, mungkin tetap bakal jadi orang yang sama seperti ditahun sebelumnya.

  5. Doa itu kunci segalanya

    Memulai apa saja kita sering dibiasakan untuk berdoa. Ini memang benar, ajaib malah. Kita minta doa berarti kita tahu, diri kita nggak ada apa-apanya kalau bukan kuasanya Allah, kalau bukan kehendakNya. Begitupun kita minta doa kepada orang tua kita, dan teman kita. Kita yang sekarang itu karena kebaikan Allah dan orang-orang baik yang Allah kirim ke kita. Kadang karena terlalu sibuk, kita jadi lupa untuk duduk sebentar saja dan mengangkat tangan, bersyukur bisa melewati ini, bersyukur bisa hidup sampai sekarang. Dan yang bikin kerennya lagi, kalo apaun yang kita lakukan itu selalu minta doa sama orang tua. Kalian pasti pernah dengar, restu Allah tergantung restu orang tua, izinnya Allah tegantung izinnya orang tua, ya kann? Nah itu diaa, sebenarnya aku dulunya malu banget kalo apa-apa tuh harus kasi tau ortu dan minta doa ke mereka, nggak tau kenapa. Tapi sekarang biar cuman ujian lisan aja aku udah telpon dan minta didoain. Se simple itu, se sederhana ituu tapi dampaknya wahhh (rasain sendiri) auto lancar deh. Intinya awali semua dengan doa, at least biasain dari mau makan aja, mau tidur, mau keluar rumah, dari hal-hal kecil seperti itu kita akan terbiasa dan sadar kalau nikmat yang Allah kasi itu banyak dan luas banget.


So jadi mungkin itu aja yang bisa aku jelasin dari beberapa hal yang aku dapatkan dan benar-benar dijadikan sebuah pelajaran yang berharga. Aku masih banyak kurangnya dan aku senang masih dikasi kesempatan sama Allah  biar aku bisa memperbaiki diri lagi dan belajar lagi. Mungkin teman-teman juga punya hal-hal yang sangat berkesan dan dijadikan pelajaran dan pengalaman juga. Seperti kebanyakan orang bilang, jadikan satu hari di hidup kita sebagai 1 pelajaran untuk kita bertumbuh. Semoga tulisan-tulisan ini bisa bermanfaat bagi semua, dan kalau masih ada yang kurang entar dilengkapi deh, 

teman-teman sendiri pelajaran yang kalian dapatkan di tahun kemarin apa aja?

(lanjut di kolom komentar hehe)

Comments