Kamu Hebat!

Hmm entahlah aku harus mengatakan apa lagi. Mungkin bisa aku awali dengan cerita. Mengeluh itu wajar, namanya juga manusia.  Pastinya gak selalu kuat, gak selalu bisa dihadapkan dengan berbagai situasi. Gak selamanya harus tegak pasti ada kalanya akan tunduk dan menghela nafas. Huhhhh. Mengeluh bukan berarti kita lemah, tapi mengeluh adalah cara untuk mengekspresikan apa yang kita rasakan. Kadang ya kita capek karena memang kita capek, kadang kita capek tapi kita ga tau karena apa. Cuman capek aja gitu. Aneh kan. 

Akhir-akhir ini ada aja orang yang bikin kesel, dan situasi yang pengen banget aku hindari. Tapi itu tidak terjadi, aku selalu mendapatkannya. Bukan kesel karena apa, tapi aku kesel karena aku sendiri yang belum mampu jadi orang yang dewasa. Aku masih terus memikirkan kalau ego itu penting, padahal lebih baik si mencoba untuk menyesuaikan saja. Perlu aku tekankan lagi, bukan mereka yang salah, tapi diriku sendiri. Tau gak, kalau kita liat sesuatu dari satu sudut pandang saja ya itu yang bakalan kita ingat sampai kapan pun. Kalau kita liat satu kesalahan saja, satu yang nggak baik aja itu yang akan tergambar terus dipikiran kita. Sama halnya kalau kita lihat sesuatu yang buruk-buruknya aja, ya pasti itu yang bakalan ada. Kalau lagi marah ni ya sama orang, aku selalu berusaha untuk menutupi marah itu dengan hal-hal baik, hal-hal keren yang pernah dia lakuin. Selain ingin menguji kesabaran diri sendiri, ini bisa jadi apresiasi tersendiri karena sudah bisa melewati ego itu. Tapi yah kembali lagi, itu ga mudah gess. Butuh yang namanya latihan. Harus sering-sering ketemu orang yang jengkelin, hehehe becanda. Harus sering-sering berada di situasi yang nggak nyaman supaya kita terlatih untuk situasi tidak nyaman ke depannya hahaha.

Yah yang intinya ya mengeluh aja. Nggak apa-apa kok. Ketemu orang-orang yang ngeselin, keluarga kita yang entah darimana tbtb bikin marah, orang di jalan yang naik motor yang semaunya aja, dan tugas yang terlalu banyak diemban. Huhhh. Allah tau kok kamu cape, Allah tau kamu sudah lelah. Tugas kita hanya bilang sama Dia, ngeluh sama Dia. Allah sayang sama hamba-hambanya yang suka mengeluh dan menangis dihadapanNya. Artinya kita masih ingat Dia disaat kita ada dititik terendah kita. Kita nggak akan pernah tau dibalasnya pake apa. Bisa jadi pahala, bisa jadi kita semakin kuat dan tahan banting (canda tahan banting), bisa jadi kita jadi paham dunia kita, orang-orang di sekitar kita. Kita jadi belajar kalau masalah yang kita alami tidak seberapa dengan yang dialami orang-orang di luar sana. Masalah kita kecil kalau kita anggap itu kecil, masalah kita besar kalau kita anggap itu besar. Cuman memang setiap orang tidak akan dibebankan sesuatu kalau tidak mampu. Buktinya sekarang kita bisa melalui masa-masa sulit yang pernah ada di hidup kita, dan kalau mau diingat-ingat kita seperti tidak percaya bisa berada di fase itu dan bisa melewatinya.

Punya masalah itu pasti, kalau nggak punya itu bukan hidup namanya. Hidup ya pasti ada aja persoalan-persoalan yang entah kapan itu bisa selesai. Entah kapan itu bisa dikatakan "happy ending". Habis mati aja kita nggak tau masih adakah masalah atau sudah selesai. Di tengah-tengah kamu ada dalam masalah itu, tidak apa-apa untuk berhenti sejenak dan mengeluhkan semuanya. Kita lah yang memilih jalan hidup kita, apa pun yang kita dapat sekarang itulah hasil dari pilihan-pilihan kita. Sekali lagi tidak apa-apa untuk mengeluh. Tidak apa-apa jika itu harus mengeluarkan air mata. Setalah itu jangan lupakan satu hal, yaitu bangkit. Berdiri lagi, tersenyum lagi. Anggap itu baik-baik saja, anggap saja kita memanglah orang yang keren, yang kuat bisa melewati masa-masa sulit itu meskipun sering kali berharap untuk menyerah. Capek itu biasa, tapi bangkit lagi semangat lagi itu yang keren.  Kenapa? Karena di saat orang lain ingin menyerah kita berusaha untuk tetap kuat.

Kamu hebat, kita hebat. 

Comments