Mari berpikir sejenak

Aku pernah bertanya kepada diriku sendiri. Adakah cara yang paling tepat untuk menyelesaikan sebuah masalah. Apapun masalahnya. Bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan baik tanpa menimbulkan masalah yang lain.

Banyak orang yang melakukan ini dengan caranya masing-masing. Membiarkannya, marah, atau menyelesaikan dengan kepala dingin, yaitu mengkomunikasikannya. Aku rasa hal pertama dan kedua mungkin sudah banyak orang lain lakukan, dan tentunya dengan berbagai alasan juga. Ada mereka yang membiarkan masalah itu bukan kerena tidak peduli sama sekali, bukan dalam arti membiarkan namun tidak memiliki tujuan disitu. Tetapi yang aku pahami di sini adalah, membiarkan berarti ingin tidak memperbesar masalah itu, membiarkan berarti mengharap akan baik-baik saja dan akan segera dilupakan. Mungkin kita pikir bahwa masih banyak hal penting yang perlu diselesaikan, lalu membiarkan masalah yang tadi.

Kemudian yang kedua, marah. Hmm marah. Marah dengan emosi yang meluap-luap, bahkan tidak jarang, memakai pukulan. Mungkin marah, bisa mendiamkan seseorang. Tapi tidak mendiamkan masalah itu sendiri. Ketika kita marah, mungkin kita merasa puas karena bisa melakukannya, bisa meluapkan amarah yang ada di dalam diri kita. Ada yang bilang kalau, ketika kita marah, kita bukanlah diri kita yang sebenarnya. Jadi ketika marah, kadang kata-kata yang keluar dari mulut kita bukanlah kata-kata yang baik. Kata-kata yang bisa membekas dan tentu saja sakit.

Dan ketiga, adalah cara yang sebagian dari kita sulit untuk melakukannya. Bahkan untuk berpikir ke arah itu saja sulit. Ada yang bilang, jika kamu ada di suatu masalah, cobalah untuk tetap berpikir positif. Bagaimana bisa kita sedang ada dalam masalah tapi malah disuruh berpikir positif? Bisa saja. Berpikir positif berarti kita bertindak untuk lebih tenang, dan dengan ketenangan kita mampu untuk berpikir lebih baik untuk menyelesaikan masalah. Apa yang kita dapatkan ketika kita terlalu terburu-buru, dan malah menghabiskan energi kita marah-marah tidak jelas. Bukankah itu hanya akan menimbulkan permasalahan yang lain, dan bukankah alangkah baiknya energi kita, kita gunakan untuk memikirkan solusi dari masalah yang kita hadapi. Banyak orang yang terlalu fokus dengan masalah yang terjadi, akhirnya hanya akan memperbesar masalah itu. Tetapi kalau kita lebih fokus kepada solusi dan penyelesain, bisa jadi peluang agar masalah itu bisa selesai dengan aman tanpa menimbulkan pemasalahan lagi lebih besar.

Ingat bahwa, masalah yang sebenarnya ada di kepala kita, di pikiran kita. Seberapa buruk masalah itu tergantung bagaimana cara kita menyikapi dan mengambil tindakan. Kita bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda. Kita bisa lihat bahwa dari masalah ini, tentu saja ada sebuah hal baik yang dia bawakan. Namun di bagian ini yang kadang orang-orang tidak melihatnya. Tak jarang dari mereka yang senang memperbesar masalah, mengejek, mencari-cari pembenaran dan kesalahan orang lain, dan bahkan sampai menjatuhkannya. Bukankah kita sejahat itu? Kita tidak pernah menyadarinya sekalipun.

Satu lagi, komunikasi. Komunikasi yang salah juga bisa menjadi penyebab sebuah masalah. Masalah besar pasti datang dari masalah-masalah yang kecil. Salah satunya adalah salah paham atau miss komunikasi. Katanya komunikasi itu mudah, bicara doang kan. Tapi nyatanya tidak semudah itu. Dosenku pernah mengatakan, “kalau memang komunikasi itu gampang, maka tidak akan ada perkelahian di dunia ini”

Hal yang ingin aku sampaikan di sini adalah, ketika menghadapi suatu masalah, baiknya kita berbicara dengan orang itu untuk menyelesaikan masalah. Yah terdengar sulit, memang. Tapi nothing is impossible kalau kita berusaha untuk mencobanya. Mungkin awalnya agak canggung yaa hahaha, tapi percaya atau tidak habis dari situ, insha allah hubungan itu bisa menjadi lebih baik.

Dan, jika masalah itu tidak kita dapatkan dari orang lain, nah berarti kita adalah masalahnya. Jadikan masalah yang kita hadapi saat ini, menjadi sebuah guru yang memberikan kita sejuta pelajaran yang membuat kita lebih kuat dan lebih baik lagi. Itu saja!

Ingat yaa, masalah selalu ada selagi kita hidup. Dia yang akan memberi warna dalam hidup kita. Hidup yang tidak punya masalah dan rintangan, adalah hidup yang sia-sia. Kita tumbuh dari masalah dan rintangan itu. Kita menjadi versi terbaik dari diri kita.

Semuanya tergantung dari diri kita, ingin belajar atau hanya meratapinya.

You got this!

 

Comments