Speech pertama kali
| Jun, 26 (Speech) |
Foto ini sebenarnya hanya formalitas saja. Aku benar-benar gugup di sini. Dag dig dug. Biasaa, masih takut untuk berbicara dan melihat banyak orang. Tapi aku juga suka foto ini hahaha. Terima kasih pencahayaan. Kamu sudah membantuku terlihat keren.
26 Juni, Hari Jadi Organisasi yang aku masuki di kampus. Kepanitiaan kali ini aku diberi kesempatan untuk menjadi seorang sekretaris. Yah awalnya aku pikir ini mudah saja, kan hanya mengetik, dan mengarsip dokumen. Tapi ternyata, lebih dari itu. Lebih dari sekadar mengetik dan mengarsip. Ini adalah tantangan baru bagiku, karena sebelumnya aku belum pernah menjadi sekretaris di kepanitaan. Ini adakah yang pertama, makanya culture shock. Oh iya, tentu saja aku tidak sendiri, ada banyak teman-teman panita yang begitu antusias membantuku, menjadi tempatku untuk bertanya dan belajar banyak hal. Mereka mengajariku bagaimana menjadi seorang yang teliti dan cekatan. Kau tahu tidak, setelah di posisi ini aku sadar, ternyata aku bukanlah orang yang begitu teliti. Tapi tidak apa-apa, aku bisa belajar mulai dari sini.
Menjadi sekretaris bisa dibilang susah juga mudah. Tergantung orangnya. Dan bagiku ini cukup ribet haha. Tapi lebih dari itu, aku ingin berterima kasih kepada diriku sendiri yang sudah berani mengambil ini dan bertanggung jawab. Aku banyak melakukan kesalahan selama menjadi sekretaris yang hanya beberapa bulan saja. Aku kadang terlambat mengirim undangan rapat, lambat mengirim hasil rapat, masih belepotan saat memimpin rapat, surat-surat dan proposal masih banyak yang typo, daaaaaan aku juga banyak tanya hehehe. But, it's really okay. Itu sama sekali tidak apa-apa. Aku percaya bahwa orang yang hebat akan melewati masa-masa sulit. Aku jadi ingat quote yang ditulis oleh salah seorang temanku di kamarnya, quote itu dia tulis di atas flash card dan ditempel di dinding kamarnya, quote nya begini "Kisah yang berat, Untuk orang hebat"
Oh iya long story short, singkat cerita hari yang kami tunggu pun tiba. Dari siang sampai malam hari kami menyiapkan lokasi dengan sangat baik. Dengan penuh persiapan. Saat aku datang, aku melihat dengan tenang dari ujung meja tamu sampai di panggung. Aku berkata "Haaahh akhirnya, ini dia yang ku tunggu-tunggu, datang juga". Aku menghela napas panjang. Legah. Akhirnya setelah satu bulan kepanitiaan ini dibentuk, dan setelah satu bulan aku menjalani tugasku, finally bisa melihat acara ini. Aku menyambut teman-teman yang ada di sana. Aku melihat bahwa semuanya sudah aman-aman saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku pun duduk dengan tenang, memperthatikan ketua panitia yang sedang menyampaikan sambutannya. Sambutan yang sudah seminggu sebelum malam itu, sudah dia susun dengan sangat baik. Kami punya grup bertiga di WA, Aku, ketua, dan bendahara. Sebelum malam itu, ketupat kami selalu bertanya tentang apa isi sambutannya nanti. Aku sedikit legah disitu, karena untung saja bukan aku yang dijadikan ketua panitia. Aku bisa bernapas legah karena tidak harus menyampaikan sambutan dan dilihat banyak orang. Aku suka, tapi aku masih takut.
Okeee, jadi setelah beberapa yang lain maju menyampaikan sambutan, datanglah salah satu temanku, dia adalah koordinator acara. Dia bilang kepadaku "Kamu aja ya yang jadi perwakilan angkatan 8 untuk speech di depan nanti". Aku yang duduk dengan tenang, tiba-tiba tersentak "Ha??" Astaga, kenapa tiba-tiba?
"Maksudnya Wa?"
"Iya, jadi masing-masing angkatan nanti bakalan maju dan ngomong tentang harapan untuk On...r" "Kamu aja yaa, yang lain nggak bakalan mau. Mau yaa?"
Tentu saja aku diam dulu sejenak, aku mencoba mencari-cari angkatan 8 yang lain. Daan mereka sibuk semua, semua punya pekerjaan. Dengan ketidakyakinan aku pun menjawab "Eeee, oke". Sejak mengatakan itu, napasku mulai tidak teratur, aku membuka notes di ponsel, dan mencoba merangkaikan kata-kata menjadi kalimat. Setidaknya aku berusaha kaaan.
Menunggu giliranku tampil, aku menenangkan diriku. Mengatur kembali pernapasanku. Membaca berulang-ulang naskah yang entah aku bisa menyampaikannya atau tidak. Dan tentu saja aku bilang kata-kata penyemangat ke diriku sendiri "Kamu pasti bisa, ayoo coba lagi hal yang baru, yah meskipun ini tiba-tiba. Tenaanngg mereka juga manusia, bukan monster yang akan menelanmu kalau kamu salah. Santai aja diriku, ini baru acara kecil kok, masa gini aja mentalnya ciut"? Hahahahha, kasian nggak ada penyemangatnya, ya nggak papalah, diri sendiri udah cukup wkwkwk.
"Jadi speech selanjutnya bakal jadi speech yang terakhir nih. Speech angkatan delapan akan dibawakan oleh Kak Aysha, waah beri tepuk tangannya dong untuk Kak Aysha" Begitu semangat 2 MC malam itu, tapi tidak denganku, aku gugup.
Aku pun maju, dan memberikan senyuman yang kaku. Saat di depan, aku menarik napasku dalam-dalam dan mengehembuskannya. Aku memperhatikan sekeliling dan tersenyum. "Aku pasti bisa, bismillah" bisikku dalam hati.
"Jujur saya gugup sedikit, karena ini pertama kali speech siii di depan kakak" yang mungkin sudah banyak pengalamannya. Tapi saya pengen coba dan saya juga ingin belajar di sini, bla bla bla ...."
Dan selesai!!!
Benar-benar legah, tanpa melihat catatan itu aku mengarang saja saat di depan. Benar-benar di luar perkiraanku. Tanpa persiapan dan latihan.
Tiba-tiba saja.
Comments