a story be a student exchange

Haloo precious people!

Sudah lama banget aku ga pernah nulis dan upload di blog lagi. Aku nulis dibuku juga, tapi ga pernah lagi upload tulisan di sini. Sekarang aku mau cerita banyak haha. sekarang aku ada di Malang, Jawa Timur, Indonesia. Ga nyangka bisa ada di sini. Pernah si membayangkan  aku bakal keliling Indonesia. Tapi alhamdulillah, cepet banget bisa di sini. Dulu aku pernah bermimpi, gimana sih rasanya kuliah di Jawa, atau gimana sih rasanya bisa naik pesawat trus turun di tempat yang aku ga familiar sama sekali. Dan hari ini, aku benar-benar ada di sini.

Aku mengikuti salah satu program pemerintah di bawah naungan Kemendikbudristek. Programnya yaitu MBKM, dan aku mengikuti salah satu program MBKM yaitu Pertukaran Mahasiswa Merdeka atau yang biasa dikenal dengan PMM. Awal mula aku ingin mengikuti ini (semester 2), hanya karena punya niat atau modal ingin jalan-jalan, keluar dari zona nyaman, dan ingin bebas dari orang tua lah! Itu awal mula kenapa aku ingin ikut ini. Lama kelamaan, aku urus berbagai macam berkas-berkas, mulai dari persyaratan, dan lain sebagainya. Semuanya terasa sulit. Apalagi waktu itu aku belum minta izin kedua orang tuaku. Ya  aku asal ikut teman aja. Akhirnya, sampailah waktu pas mau submit berkas secara online. Udah disitu aku nelfon ke orang tuaku, dan aku udah tau endingnya bakal gimana.

"Ga usah ikut dulu, Saya ga kasih kamu izin keluar daerah, bahaya" Kata Papaku di telefon yang sempat membuat bibirku bergetar ingin menangis. Dia tidak akan pernah memberikanku izin untuk hal luar biasa seperti ini. Orang tua mana yang tidak bangga kalau anaknya bisa sekolah di Ibu Kota. Tapi dibalik itu, aku tahu ada sejuta kekhawatiran dari Papa. Sejak hari itu, aku menutup telepon dengan keadaan mata berkaca-kaca, diselimuti dengan rasa kecewa, dan aku berpikir "Mungkin ini bukan waktu yang tepat" Aku mencoba untuk bisa menerima semua keputusan orang tuaku.

Ga berhenti sampai di situ. Karena aku inget betul Papaku bilang "Ga usah ikut dulu", ada satu kata yang membuka sedikit harapan untuku, "dulu" berarti bisa "nanti" kan? Aku kembali memasang senyum dengan keyakinan, suatu hari nanti aku bisa meyakinkan papaku dan dia harus memberikanku izin. 

Setelah aku pikir-pikir, mungkin benar juga kata papaku.  Aku masih semester dua di kampus, bukankah masih banyak yang harus aku persiapkan untuk ikut pertukaran? Mungkinkah ada hal baik kalau keinginanku itu aku tunda dulu. 

Long story short ...

Akhirnya aku bisa  mendapat izin dari papa. Yaaa meskipun cukup rumit dan ribet untuk menjelaskan dan untuk meyakinkan bahwa aku akan baik-baik saja. 

Alhamdulillah aku diterima di Universitas Merdeka Malang, salah satu universitas swasta di Jawa Timur. Tepat di tanggal 21 Septermber 2023, aku berangkat dan meninggalkan Kota Palu. Sungguh hari yang mengharukan sekaligus menyenangkan. I never imagine that situation before.  I was on airplane, I was at Makassar, I was at Surabaya, and finally arrive in Malang. Alhamdulillah.

Sekarang, tidak terasa aku sudah berada di sini selama 2 bulan. Padahal kalau diingat-ingat seperti baru kemarin atur berkas, ke Pusbang, ikut sosialisasi sana sini, dan ke bandara. Tapi 2 bulan sudah aku lalui selama menjadi mahasiswa PMM adalah hal yang sangat berharga. Pengalaman yang sangat banyak, yang tidak akan pernah aku lupakan. Aku inget, waktu awal-awal sampai di kosan aku dan teman-teman yang lain masih belum akrab, bahkan kalau ngomong tu formal banget hahaha. Tapi sekarang, kita udah jadi keluarga, benar-benar keluarga. Kita tahu kita bakalan pisah, sama seperti tag line PMM "bertukar sementara, bermakna selamanya". Ini udah dua bulan aja, ga kehitung momen kita ada berapa, saking banyaknya.  Pengalaman saat masuk kelas di hari pertama juga, kalau dingat-ingat itu sangat menegangkan, yaa tapi bangga juga, keren bisa jadi murid baru hahaha. Trus apa lagi ya, oo iya selama ikut modul juga aku banyak belajar tentang budaya-budaya yang ada di Kota Malang, mulai dari bahasa, cara berbicara, kebiasaan. Sempat ada culture shocknya juga, ya namanya tempat baru, orang baru kan jadi pasti banyak hal yang berbeda. 

Sejauh ini, kata teman-temanku anak PMM itu cuman pengen jalan-jalan kata mereka. Aku ga bilang itu salah, tapi kurang tepat. Kita gak cuman jalan-jalan kok di sini, jalan-jalan tapi sambil belajar. Semenjak di sini, jiwa-jiwa travelingku semakin meningkat. Ya, karena kapan lagi kan bisa explore tempat baru. Meskipun aku baru ke beberapa tempat, alhamdulillah. Next aku bakal nge list lagi banyak tempat yang bakal aku kunjungi. See you!

Terima kasih telah mendengar ceritaku, aku harap ini bisa berkesan, aku harap kita semua bisa mewujudkan impian kita



Comments