Sepatah kata : pakaian basah

aku menatap pakaian basah yang baru saja kujemur

sehingga air dari pakaian itu masih terus berjatuhan

aku mendengar lantunan musik yang kurasa bersahabat dengan cuaca pagi ini

mendung

aku suka, ketenangan pagi ini

tanpa panas matahari yang menyengat

aku sering menuliskan status di wa story

bahwa aku suka hujan, tapi itu memang benar adanya

kini musik itu berganti, membuatku nostalgia dengan satu tempat

aku, aku rasa kini sudah cukup untuk bermain-main

entah sudah berapa banyak tulisan yang kini bertengger di dinding meja belajarku

tulisan yang seolah berteriak "hei lihat aku, dan wujudkan aku segera"

benar, dia seakan bersuara dan meneriakkan itu 

meskipun aku tahu kenyataannya, akulah tulisan yang berteriak itu

kepada diriku sendiri

aku, sudah tinggal beberapa waktu lagi

akan kembali dengan tulisan tulisan baru

sepertinya benar kata orang,

waktu begitu cepat berlalu tanpa kita menyadarinya

aku, ingin tetap belajar

mempelajari waktu

dan mengindahkan waktu

aku dan kini, ingin membuat halaman baru dalam hidupku

mungkinkah tuhan kini sedang melihatku dan melempar senyuman

mungkinkah tuhan bangga dengan apa adanya diriku sekarang

semoga saja

jika benar begitu, aku ingin berkata kepada tuhan

tolong tetap awasi aku

dan tolong selalu ajari aku untuk hidup 

untuk hidup lebih lama dan tentu saja bermakna


seperti pakaian basah yang masih saja kutatap pagi ini

tetapi berbeda

kini airnya tidak lagi berjatuhan

mungkin sudah habis

mungkinkah hidup seperti pakaian basah?

yang nantinya akan kering dan seperti sedia kala

yang setelah  dideru dengan banyak tangisan akan redam juga

akan selesai juga

akan berakhir juga

hidup akan terus berjalan meski pakaian itu basah atau kering

dan hidup juga akan terus berjalan meski saat ini kita sedang bersedih atau bahagia



Comments