KEKURANGAN

Entahlah. Akhir-akhir ini aku lebih suka mengetik di laptop daripada harus menulis di buku diari. Aku sengaja melakukan kebiasaan journaling ini agar bisa lebih terlatih lagi. memang benar, mengutarakan isi pikiran lewat kata-kata itu sangat Istimewa. Tidak semua orang bisa melakukan dan bisa meluangkan. Hanya segelintir orang saja. 

Di derai angin di kaca jendela mobil sore itu, membuatku melamun entah memikirkan apa. Semua rasanya campur aduk di kepala. Kuliah, kerja, mimpi dan mimpi. Semua. Namun saat ini isi pikiranku spesifik di satu topik, kekurangan.

Entah kita menyadarinya atau tidak. Kita adalah manusia yang penuh dengan kekurangan. Kita adalah manusia dengan segala kekurangannya. Mau bagaimanapun kelebihan yang kita miliki, kita akan menemukan titik dimana kita akan menemukan kelemahan itu, ketidakpunyaan itu, kekurangan itu. Aku tidak berbicara soal “Ya sudah berarti sia sia saja jika ingin berusaha, toh kita juga ga akan pernah sempurna dan akan selalu ada saja yang kurang” tapi aku ingin berbicara bahwa manusia tidak pernah lepas dari kekurangan yang dia miliki.

Manusia punya kelebihan dan kekurangan, punya menang dan juga kalah, kuat dan juga lemah, bisa dan tidak bisa, hebat dan juga lelahnya. Kita punya semua itu. Siapapun kita di muka bumi ini. akhir-akhir ini aku baru menyadari tentang bagaimana aku memaksakan diriku. Memang benar, kadang kita harus mencoba di luar kemampuan yang kita miliki agar tahu sampai dimana batas kemampuan itu. Dan pada akhirnya diri kita yang akan menyimpulkan bahwa kita mampu atau tidak. Tolak ukur manusia itu berbeda beda. Ada yang melihat pencapaian orang lain sebagai energi untuk terus belajar, ada yang melihat dirinya di masa lalu tentang perubahan-perubahan yang dimiliki dirinya saat ini dan hal itulah yang menjadi semangat bahwa kita ingin tetap jauh lebih baik dari apa yang kita miliki saat ini. Kadang aku lupa untuk melihat ke belakang tentang bagaimana usaha-usahaku untuk bisa sepeerti sekarang. Tentang bagaimana awal aku memulai semuanya dan betapa sulitnya itu (hanya kita yang mengerti proses yang kita lakukan, hanya kita). Dan ternyata, aku telah banyak melampaui batas batas yang aku taruh didiriku. Hal hal yang aku pikir tidak akan bisa melewatinya, tapi ternyata bisa juga. Satu hal lagi, aku hanyalah manusia yang sudah menaklukan kekuranganku dengan penuh keberanian.

Proses itu cukup panjang. Dan bahkan meskipun sudah ku taklukan, aku tetap memilikinya. Tetap saja, kita tidak akan jauh dari kelebihan dan kekurangan. Itu adalah paket lengkap ketika kita menjalani hidup di muka bumi ini. Kalau kita bisa dalam hal ini, bisa saja dalam hal lain kita tidak bisa atau tidak mahir. Semua punya porsinya. Semua punya andilnya dalam kehidupan.

Di mobil itu, aku menghela nafas sambil menikmati pemandangan hutan yang mulai gelap. Aku menyadari kalau mengetahui kekurangan yang ada tidak begitu menyedihkan. Melainkan ada rasa tenang dan syukur. Entahlah. Mungkin saja itu artinya sudah menerima apa yang diberi tuhan? Dan sudah tidak mempermasalahkan hal itu. Cukup menikmati hidup yang entah sampai kapan akan dinikmati? Ya, mungkin saja.

Tentu saja, jika ingin bertumbuh, fokuslah pada kemampuan dan kelebihan yang kita punya. Kalau belum menemukan itu, mungkin saja kamampuan itu ada tapi tidak pernah di asah dengan baik, dan tidak punya lingkungan yang baik untuk selalu diberi dukungan dan semangat. Tapii, ingat juga jika di sisi lain ada kelebihan maka di sisi lainnya pasti ada kekurangan itu. Jadi ga papa, coba saja sampai kita bisa melakukan yang ingin kita lakukan. Kalau sudah lelah dan gagal, tidak masalah. Hidup memang kadang tidak selamanya harus sesuai dengan apa yang kita mau. Kita tidak tahu hadiah apa yang akan kita terima dengan menyadari bahwa kita tidak selamanya akan kuat dan berhasil. Hadiahnya bisa apa saja. Apa saja.

 

 

Comments