Menulislah kamu akan mendapat ketenangan
Menulislah, kamu akan menemukan ketenangan.
Tak henti hentinya aku selalu menjawab saat ada seorang teman yang menanyaiku, “Apa yang kau lakukan jika pikiran dan perasaanmu sedang campur aduk?” Aku akan menjawabnya, “Simple saja, menulis”
Sebenarnya cara ini sudah lama aku lakukan semenjak aku duduk di kelas 6 SD dan saat itu semua teman-teman sebayaku pasti memiliki benda yang bernama buku diari. Ya sesimple buku diari hari hariku saat itu sangat berwarna. Setiap hal yang aku lakukan, yang aku rasakan, termasuk dekat dengan crush haha aku bercanda. Semua hal yang terjadi dalam hidupku yang penting atau tidak penting akan aku tulis dan ceritakan disitu. Seperti punya teman cerita, aku merasa legah bisa menuangkan isi pikiranku dalam bentuk tulisan.
Istilah sekarang yang mungkin sudah banyak kali kita dengar adalah, journaling. Nah yang aku tahu, journaling ini adalah sebuah aktivitas dimana kita menuliskan apa saja yang muncul di pikiran kita saat kita menulis. Melansir dari glints.com menyebutkan bahwa ada studi dari Heatline yang melibatkan 70 responden orang dewasa menunjukkan bahwa mereka berhasil mengurangi gejala depresi dan kecemasan setelah konsisten menulis jurnal selama 12 minggu. Dan sederhananya, journaling adalah kegiatan menuliskan pikiran, perasaan, dan pengalaman pribadi ke dalam sebuah buku atau jurnal, mirip dengan menulis diary, tetapi dengan lebih banyak kebebasan dan fokus pada pemahaman diri sendiri.
Nah bedanya sama buku diari, kita akan menulis berdasarkan pada kejadian spesifik yang terjadi, sedangkan journaling tidak ditentukan oleh kejadian atau topik tertentu. Kita betul-betul menuangkan isi pikiran kita. Bisa apa saja, misalnya tiba-tiba kita mengingat makanan yang sudah lama di kulkas, atau jadwal lari sore yang sudah lama tidak dilakukan, atau mungkin kegiatan esok hari. Apa saja. Teman-teman juga bisa menonton video Zahid yang ini journaling zahid
Untuk membiasakan kebiasaan ini, aku mencobanya saat bangun di pag hari dan saat ingin tidur di malam hari. Awalnya aku menyetel waktu selama 5 menit saja, tetapi karena sudah terbiasa aku tidak perlu menyetel alarm lagi. Kenapa harus 5 menit? Nah ini biasa juga disebut dengan the 5 minutes rule. Cara ini akan sangat berguna ketika kita ingin membangun kebiasaan karena otak kita akan cepat membaca angka daripada hanya mengatakan aku akan mengerjakannya. Dan 5 menit agar otak kita merespon bahwa kita hanya membutuhkan waktu yang sedikit untuk menulis, jadi tidak masalah untuk meluangkannya. Ketika sudah nyaman menulis, 5 menit itu akan terasa sangat singkat sehingga kita akan melanjutkan 5 menit berikutnya, dan berikutnya. You need to try this.
Kembali ke awal, apa yang membuatku terasa legah saat pikiranku sedang kalut. Jikalau belum siap untuk bercerita kepada orang lain, aku akan menulis. Aku rasa orang yang dengan menuangkan isi pikiran dan perasaannya lewat kata-kata adalah orang yang hebat luar biasa. Karena kata-kata itu sulit untuk dirangkai, sulit untuk dijadikan sebuah tulisan. Dan ketika ada seseorang yang mampu menuangkan itu ke dalam bentuk tulisan, dia akan jauh lebih memahami dirinya, cara berpikir, berempati, dan bagaimana cara untuk dia menyikapi.
Untuk dapat menulis dengan baik dan tertata, tentu tidak lepas dari berapa banyak kosa kata yang kita miliki. Dan kosa kata itu kita dapatkan hanya dengan membaca dan banyak melakukan kegiatan literasi. Tulisan tulisan yang kalian baca saat ini juga termasuk bagian dari proses panjang. Di saat aku melihat kembali tulisan ku saat awal menulis, ternyata jauh berbeda dengan saat ini.
Sudahkah kamu menuliskan perasaanmu atau isi pikiranmu saat
ini?
Aku mulai menemukan arti dari buku diari dan menulis saat
menyelesaikan drakor 2521. Ternyata dengan tulisan saja kita bisa menjelajahi kembali
masa lalu. Dan setiap perasaan yang dirasakan oleh Na Hee Do akan dia tumpahkan
dalam buku diarinya.
Comments