Belajar dari Kursi Moderator: Pemberdayaan Pelaku Usaha di Workshop Offtaker CBLL
Workshop ini bertujuan agar para peserta dapat bertukar informasi dan menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan untuk mengembangkan hasil hutan bukan kayu serta potensi produk lokal di Sulawesi Tengah. Diskusi yang berlangsung dari pagi hingga sore itu menjadi ruang belajar besar, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi diriku sendiri sebagai moderator.
Menjadi moderator bukan hanya soal membuka atau menutup sesi. Ada proses panjang yang harus kulalui. Mulai dari menggali materi karena terus terang, tema perhutanan sosial adalah hal yang relatif baru bagiku hingga memahami topik yang dibawakan tiap narasumber. Materi yang disampaikan sangat beragam: strategi komunikasi untuk UMKM, potensi ekspor komoditas unggulan, kebijakan perhutanan sosial, strategi pemasaran di era digital, hingga literasi keuangan dalam membangun kemandirian pribadi maupun usaha.
Awalnya aku cukup gugup, tapi latihan demi latihan yang kulakukan sebelumnya akhirnya membuahkan hasil. Penampilanku kali ini terasa jauh lebih tenang, tidak tergesa-gesa, dan lebih rileks saat duduk serta berbicara. Aku belajar bahwa menjadi moderator bukan hanya tentang percaya diri, tapi juga tentang memahami, mendengarkan, dan menjembatani percakapan agar diskusi menjadi hidup dan bermakna.
Melihat antusiasme peserta dan mendengar tanya jawab yang begitu beragam juga membuatku bahagia. Rasanya senang sekali bisa mengambil bagian dalam diskusi yang membuka wawasan tentang pemberdayaan pelaku usaha lokal dan potensi besar dari perhutanan sosial yang selama ini jarang disorot.
Dari kursi moderator, aku belajar: practice makes improvement. Dan aku percaya, setiap kesempatan seperti ini adalah latihan untuk menjadi pembicara yang bukan hanya berani, tapi juga penuh makna.

Comments