COME BACK? NEED TIME

Senang sekali rasanya bisa berkiprah di dunia pembicara lagi. Kali ini aku mencoba kesekian kalinya menjadi pembicara. Aku mencoba untuk menjadi moderator diskusi panel yang dilangsungkan di Aula Kedokteran Universitas Tadulako. Dialog interaktif ini mendatangkan banyak orang-orang besar di kampus, seperti rector, warek, wadek, bahkan kebanyakan kaprodi dari fakultas di untad. Wahh mimpi apa aku semalam harus berada di depan orang-orang hebat ini. Tentu saja aku gugup, lebih dari gugup. Aku latiihan selama 4 hari, mesksipun 2 harinya adalah sakit, aku sempat kena demam, tapi hal itu tidak membuatku mundur untuk terus latihan dan menampilkan yang terbaik. Sebelum aku menerima tawaran ini, awalnya aku berpikir, kenapa aku yang dipilih, bisakah aku membawakan ini karna aku sudah lama tidak berbicara di depan umum lagi, apalagi ini harus di depan para akademis dan ratusan mahasiswa yang akan melihat dan menonton tiap kesalahan dan gerak gerikku di atas panggung. Aku tidak pernah sekalipun berpikir bahwa aku bisa sejak awal. Aku terus meragukan diriku dan berpikir aku pasti tidak bisa. Tapi entah apa yang membuat bibirku saat itu bergerak dan mengatakan “Iya Kak, saya siap jadi moderator”
Dengan perasaan yang campur aduk, aku pulang dan menyiapkan semuanya. Menelfon bagian acara dan menanyakan semua rundown dan kegiatannya secara detail. Aku sangat exicted karena akan bertemu professor. Baru kali ini aku bertemu profesor dalam hidupku. Aku sakit selama 2 hari, demam dan pilek. Siangnya aku tetap bangun menyusun teksku dan mempelajari cara untuk diskusi panelis di youtube. Tidak ada hal negatif yang aku pikir, aku terus mengatakan bahwa ini pasti akan mudah kalau aku sudah mempersiapkan dari jauh jauh hari dan segera melatih artikulasi, mimik wajah, dan membayangkan semuanya sudah terjadi di atas panggung. Selama 4 hari itu aku mencatat poin poin apa yang perlu aku persiapkan. Seperti riset kecil tentang temanya, menghubungi pemateri, rundown acara, dan memikirkan kemungkinan skenario yang terjadi. Menurutku tantangannya ada di diriku. Yaitu bagaimana cara agar aku cepat pulih. Tiga saja, jangan begadang, minun air hangat, dan tidak banyak pikiran.
Perkenalkan saya Aysha Malik yang dengan senang hati menjadi moderator pada diskusi panel hari ini dengan tema “How to Improve Your Overall Wellbeing from Scientific Perspective”
Dengan lantang dan percaya diri aku sudah benar-benar berada di atas panggung. Aku sudah membuka acara itu di depan banyak orang. Meskipun ka rendy (mentorku) mengatakan kepadaku kalau dia tidak menyangka acaranya akan sebesar ini, sempat membuat diriku gentar ingin mundur. Tapi lagi lagi tidak, aku tidak mudah terpengaruh. Aku yakin, ketika aku sudah berada di aula ini semua kehkawatiran dan hal negatif tidak aku bawa masuk. Aku disini bersama orang-orang yang percaya dan selalu mendukungku. Aku yakin itu.
Bertemu dengan Prof. Sastia dan Ka Mardiyah adalah suatu kebanggaan terbesar. Di umur seperti ini memang sudah seharusnya bukan bertemu dengan orang-orang hebat nan luar biasa. Kalau ditanya kenapa aku tertarik untuk menjadi bagian dari kegiatan ini, hanya satu jawabanku, aku ingin tahu sampai dimana aku melangkah, sampai dimana batas keberanianku. Tak peduli siapa yang akan melihat dan menertawakanku, aku ingin membukitkan ke diriku di masa lalu bahwa aku lebih baik dari yang kemarin.
Satu hal yang membuat suasana cair:
Setelah memperkenalkan dua panelis dan duduk dengan mereka di atas panggung, jantungku sudah berdetak normal. Aku merasa sangat dihargai oleh mereka. Setiap kali aku berbicara mereka melemparkan senyuman dan rasa nyamannya. Diskusi mulai dengan sangat interkatif, Prof. Sastia membawakan materi tentang sains yang memiliki peran yang sangat penting untuk kesejahteraan manusia, sementara Ka Mardiyah tentang bagaimana menghadapi tantangan ekonomi dan mengelola keuangan. Andai aku mendapat link video tentang diskusi hari itu aku akan membagikannya disini, tapi sampai sekarang aku belum tahu apakah videonya di upload atau tidak.
4 jam berlalu
Sudah di penghujung acara ternyata. Aku sudah selesai ya? Yap aku sudah selesai.
Setelah menutup acara dengan lancar, aku mendapat sahutan sahutan semangat dari teman-teman. Mereka senyum kepadaku, menepuk punggungku dan mengatakan aku sudah hebat, dan menyalami tanganku. Andai diriku di masa depan melihat ini, dia pasti sangat bangga dan ingin memelukku, mengatakan aku bukan diriku yang dulu lagi. Kami mengambil foto dan aku menceritakan kepada Iis betapa gugupnya tadi ketika di atas panggung.
“Keren aca” sahut Ka Rendy disusul Iis
Orang yang tadi menakutiku akhirnya balik memberikan aku semangat.
Dalam hatiku, ah ini baru permulaan kan? Kedepannya akan banyak kegagalan lagi dan hal menarik lagi. kali ini kau baru ada di titik start. Jangan terlalu merasa bangga, tapi mungkin tidak apa untuk hari ini. Daripada merasa bangga dengan diri sendiri, lebih baik ucap terima kasih sama yang kasih kesempatan dan kesehatan ini. Thanks God.
Hal yang aku pelajari adalah, everythings good need a good preparation. Tidak ada orang di dunia ini yang langsung menjadi pembicara setelah satu kali percobaan. Tidak ada yang langsung jago. Semua adalah akumulasi dari proses belajar dan bangkit serta rasa pantang menyerah. Ketika kita ingin ahli dalam satu bidang, kita harus mengorbankan banyak waktu dan pikiran. Bahkan untuk diriku saat ini yang tertarik untuk berbicara lagi di depan banyak orang, akan banyak hal sulit yang aku hadapi kedepannya. Mari buat semua itu menarik dan menyenangkan, ya kan?
Comments