ANAK MUDA TIDAK SUKA MENONTON TELEVISI?
Halo teman-teman. Topik kali ini adalah topik yang pengen aku bahas beberapa bulan lalu setelah mengikuti beberapa semina dan diskusi kecil. Yaitu tentang masalah kualitas pertelevisian di Indonesia. Sebenarnya bukan masalah dari televisi itu sendiri tetapi tayangan atau tontonan yang akan kita nikmati. Anak muda zaman sekarang boleh dikatakan adalah anak muda yang tidak menikmati siaran televisi lagi. Banyak penyebab dari fenomena ini. Mereka lebih menyukai media sosial dan berbagai platform lainnya untuk menyaksikan film, misalnya seperti youtube dan Netflix. Aku adalah salah satu dari mereka.
Ada beberapa alasan yang ada, misalnya seperti tayangan yang kurang menarik, tayangan yang selalu diulang-ulang, kurang banyak konten mengedukasi, dan kebanyakan sinetron. Ya, sasaran televisi sekarang adalah kebanyakan orang tua. Oleh karenanya, apa yang ditayangkan di televisi mengikuti dari siapa yang menontonnya, dan akan menentukan tontonan kesukaannya. Nah ini seperti menjadi sebuah lingkaran atau circle. Di mana konten yang ditampilkan berdasarkan penontonnya. Dan jika penontonnya adalah orang tua kita maka itulah yang akan ditampilkan oleh program di televisi.
Aku ingin berpendapat. Anak muda menyukai konten-konten yang mengedukasi, konten petualangan, dan bisa saja konten hiburan. Sebenarnya sangat bervarisasi. Karena setiap orang punya gaya kontennya masing-masing. Sepertinya televisi indo bakal tambah bagus lagi dan banyak peminatnya khususnya anak muda kalau kontennya adalah konten yang up date, mengedukasi namun dikemas dengan gaya bahasa yang ringan, bisa saja dikemas dengan bahasa daerah atau bahasa asing (karena pop culture sendiri sudah menjadi hal yang tidak asing lagi di masyarakat kita, namun tetap memasukkan budaya-budaya Indonesia di dalamnya), hal itu juga bisa membuka peluang untuk belajar bahasa melalui televisi.
Aku tertarik membahas channel yang baru aku tonton hari ini. TVRI World. Channel ini membahas banyak hal, termasuk budaya dan politik. Tetapi hal yang membuat aku tertarik adalah, kontennya dikemas dengan bahasa inggris, tetapi pengisi suara orang Indonesia. Jadi jika ingin belajar, tentu saja akan lebih mudah karena yang menjadi presenter, pembicara, dan pengisi suaranya masih orang Indonesia. Di salah satu kontennya, mereka memperkenalkan budaya yang ada di Indonesia tetapi dengan bahasa inggris. Bisa belajar dua kali bukan? Mengenal budaya dan mempelajari bahasa asing.
Selain TVRI World, aku sangat menyukai O Nat Geo Wild, channel tv luar yang dari awal sampai akhir, bahkan iklannya diisi oleh hewan. Dan tentu saja bahasa asing lagi. Dari channel ini, aku bisa belajar bahasa inggris, bisa tahu tentang dunia hewan, dan belajar pengambilan footage yang sangat keren. Cara mereka mengemas konten sangat luar biasa. Dari ke dua channel ini, yang membuatku tertarik menonton televisi lagi.
Comments